Silaturrahmi Kamtibmas Polres Lombok Tengah Di Kecamatan Jonggat

Silaturrahmi Kamtibmas Polres Lombok Tengah Di Kecamatan Jonggat

Praya – Polres Lombok Tengah (Loteng) terus berkeliling melaksanakan kegiatan Silaturrahmi Kamtibmas dalam rangka Menciptakan Pemilu Aman, Damai dan Sejuk tahun 2019 dan mendorong Desa serta Kelurahan Sebagai Pangkal Keamanan di wilayah Loteng . Kali ini, kegiatan yang merupakan program Kapolres tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Jonggat Loteng, kemarin.
Dalam kegiatan itu  Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa,S.I.K,M.H. diwakili Kasat Binmas Polres Loteng, AKP Herman,S.H.yang dihadiri oleh Camat Jonggat, M Sukur, Kapolsek Jonggat IPTU Larep, Danramil Jonggat, LETTU CBA, Rusalan, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan sejumlah calon DPRD dapil 5 Jonggat, Ketua PPK, Ketua Panwas, Perwakilan masing-masing BKD Sekecamatan Jonggat.

Kasat Binmas AKP Herman,S.H. menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan ini karena kehadiran masyarakat maupun undangan sangat banyak . Dengan tingkat kehadiran ini, bisa digambarkan bahwa semua masyarakat Jonggat mempunyai peran serta kontribusi besar dalam menjaga keamanan dilingkungan terutama dalam pelaksanaan pemilu mendatang. “ Kami sangat berterima kasih pada semua masyarakat selama ini telah menjaga keamanan. Kami mendorong agar Desa serta Kelurahan Sebagai Pangkal Keamanan kedepanya,” ujarnya, kemarin.
Ia mengaku, tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini, guna menciptkan pemilu 2019 yang aman damai dan Sejuk Khususnya di Kecamatan Jonggat. Sehingga, untuk menciptakan keamanan itu, tiga pilar yang dikoordinatori oleh kades, bhabinkamtibmas dan Babinsa harus tetap bersinergi. Mereka harus mampu mengajak semua eleman seperti BKD, BPD dan para tuan guru maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing –masing.
“Keamanan akan terwujud apabila tiga Pilar yang ada di kecamatan dan di desa bersinergi dengan baik serta bekerjasama dengan para Tokoh – tokoh yang ada, “ terangnya.
Ia menyatakan, keamanan ini merupakan faktor utama dalam melakukan aktivitas sehari – hari. Jika keamanan tidak terjamin, tentu akan berpengaruh pada kemajuan wilayah Loteng juga. Sebab para investor akan menanamkan modalnya apabila kondisi keamanan di daerah ini terjamin. “ Untuk itu, mari kita samakan visi misi untuk menciptkan keamanan di wilayah desa kita masing – masing karena Kepolisian tidak akan bisa menjaga keamanan tanpa adanya bantuan dari masyarakat,” ucapnya.
Selain membahas masalah keamanan, agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial,jangan jadikan media sosial sebagai alat untuk menjelek-jelekan satu dengan yang lainnya dan antisipasi berita bohong atau hoax yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Begitu juga, dengan peredaran narkoba, berdasarkam hasil pengungkapan kasus Narkoba di Polres Loteng dapat diambil kesimpulan bahwa Loteng sudah memasuki zona merah. Sehingga pihaknya mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk memerangi narkoba dan melaporkan kepada pihak kepolisian apabila ada warga yang terlibat masalah narkoba. Sebab narkoba ini sangat luar biasa karena merusak generasi muda.
Sementara untuk masalah lalu lintas sendiri, wilayah Jonggat di lalui oleh Jalur Baypass dan merupakan sarana pendukung besar meninggalnya seseorang, karena berdasarkan hasil survei dilapangan bahwa sebagian besar penyebab meninggalnya seseorang karena kecelakaan lalu lintas dengan usia Efektif ( 15 s/d – 30 tahun ) “ Untuk itu mari kita patuhi aturan berlalu lintas untuk meminimalisir Kecelakaan Lalu Lintas,” tuturnya.
Ditambahkan, Kasat Binmas penyampaikan program internal sekarang yakni menciptakan zona itegritas menuju daerah bebas korupsi. Dalam hal ini meminta kepada segenap lapisan masyarakat untuk tidak memberikan peluang kepada anggota Polres Loteng untuk melakukan Korupsi dan apabila menemukan atau mengetahui anggotanya melakukan penyimpangan tolong di laporkan.
Sementara itu, dalam sesi tanya jawab Kades Batu Tulis Kecamatan Jonggat Loteng, Muhsin menyatakan pada intinya pihaknya mengharapkan kepada Polres untuk mengawal segala bantuan yang ada di desa sampai ketangan yang memang berhak menerima. Terutama bantuan seperti Rasta yang tidak sesuai dengan penerimanya. “ Kami memang betul-betul meminta agar ada nya pengawalan,” ucapnya.

Related Articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *