Ciptakan Kondusifitas Keamanan Bulan Ramadhan, Kemenag Rangkul Polres Lombok Tengah

Ciptakan Kondusifitas Keamanan Bulan Ramadhan, Kemenag Rangkul Polres Lombok Tengah

Praya -Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan tahun 2019 ini di pastikan pemerintah sesuai kalender akan dilaksanakan umat Islam pada Bulan Mei mendatang. Oleh sebab itu, berbagai persiapan dilakukan masyarakat terutama persiapan menciptakan kondusifitas keamanan juga dilakukan pihak Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah. Demi terciptanya kemanan yang terjamin, pihak Kemenag menggandeng pihak Polres Loteng.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Tengah, H Jalalussayuthy didampingi Kasubag TU, H Muliadi menyatakan, kini sudah mulai terlihat berbagai aktifitas kegiatan dilakukan masyarakat dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan yang datang pada Bulan Mei mendatang. Agar masyarakat bisa tenang dalam melaksanakan Puasa satu bulan penuh, pihak Kemenag bersama MUI dan FKUB memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat Loteng. “Bulan puasa nanti kami akan memberikan sebuah jaminan keamanan kepada masyarakat Loteng yang menjalankannya,” ungkapnya.

Dalam memberikan rasa aman, Kamis (25/4) pagi kemarin, pihak Kemenag bersama MUI dan FKUB mendatangi Kapolres Loteng beserta jajarannya. Kedatangan pihak Kemenag bersama rombongan guna meminta pihak Kepolisian untuk bisa memback-up keamanan masyarakat selama berlangsungnya Bulan Suci Ramadhan. “Kedatangan kami untuk membangun koordinasi dengan Polres Lombok Tengah untuk dapat menciptakan rasa aman dan rasa khusyukan dalam melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh,” terangnya.

Pada pertemuan itu, di bahas juga beberapa persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan saat menjalankan Puasa dan Shalat Tarawih di masing-masing kecamatan. Pada kesempatan itu Kanmenag meminta pada saat bulan ramadhan Kamtibnas di semua lingkungan sangat harus benar-benar diperhatikan, baik di rumah ibadah, tempat hiburan, maupun di rumah makan. “Dengan kesigapan di semua tempat leramaian tentu kondusifitas kemanan akan terpenuhi,” tegasnya.

Menurutnya, suasana ramadhan menuntut semua pihak untuk selalu siaga, semata-mata demi kenyamana masyarakat dalam pelaksanaan ibadah baik ibadah puasa pada siang hari maupun tarawih dan sahur pada malam harinya. Kerjasama stakeholder yang terkait sangat penting sebagai bentuk sinergitas kemitraan semua, begitu juga dengan kepolisian yang identik sebagai penjaga dan pelindung masyarakat. “Maka kerjasama Kementerian Agama dan kepolisian serta tokoh agama dan tokoh masyarakat  sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Di sampaikan juga kalau pada bulan ramadhan banyak sekali yang menjadi pemicu untuk mengusik kekhusyukan dalam beribadah. Pemicu yang domaksud diantaranya mercon yang masih saja ada  walaupun saat ini sudah jauh berkurang, balap liar yang kadang-kadang pada jam-jam orang beribadah, ataupun anak-anak muda yang masih lupa waktu di tempat-tempat hiburan. “Sehingga peranan kita semua itu akan meminimalisir kejadian buruk yang akan timbul,” paparnya.

Sehingga dengan harapan sinergi yang dilakukan dengan pihak kepolisian akan mempu menjawab apa yang menjadi persoalan yangbsekiranya akan muncul mengganggubkemanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah Puasa. Pihaknya yakin dengan langkah dan upaya yang dilakukan aparat kepolisian nanti tentu akan mampu menjawab apa yangbdi harapkan pada pertemuan tersebut.

Related Articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *