Polres Loteng Tetapkan Dua Tersangka Pada Saat Bentrok di Ex Kantor DPR Lombok Tengah

Polres Loteng Tetapkan Dua Tersangka Pada Saat Bentrok di Ex Kantor DPR Lombok Tengah

Praya – Aparat kepolisian Polres Lombok Tengah sudah menetapkan dua orang tersangka atas kericuhan yang terjadi Rabu malam (8/5) yang dilakukan oleh masa pendukung salah satu caleg yang berasal dari Kecamatan Praya Timur tersebut saat rapat Pleno Pileg dan Pilpres tersebut, dimana dua orang itu disinyalir sebagai dalang dari kericuhan tersebut.
Dua tersangka tersebut diantaranya dengan inisial SH dan AP warga Kecamatan Praya Timur. Dimana saat ini SH sudah ditahan oleh pihak kepolisian, sementara AP berhasil melarikan diri saat kericuhan berlangsung. Dimana SH sendiri adalah salah satu dari lima orang yang sebelumnya diamankan pada malam kejadian, hanya saja karena tidak cukup bukti sehingga yang ditahan hanya SH saja.
Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang, SH, SIK ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa saat kericuhan terjadi ternyata SH ini membawa senjata tajam. Sehingga pihak kepolisian menjerat pelaku dengan pasal 2 ayat I undang- undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.
“Sebelumnya kita amankan lima orang peserta yang membuat kericuhan saat malam pleno tersebut. hanya empat orang dibebaskan, dan satu langsung kita lakukan penahanan. Sementara otak dari kericuhan ini masih kita lakukan pengejaran,”ungkap kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang, SH, SIK, Senin kemarin (13/5)
Disampaikan bahwa saat terjadi bentrok antara polisi dengan masa aksi, kedua tersangka ini menjadi provokator. Dimana salah seorang tersangka yang masih diburu tersebut, saat kejadian ia berusaha menghasut masa aksi untuk melakukan tidakan anarkis.
“Kita sudah cari satu pelaku lainnya tapi belum kita temukan, bahkan kita sudah melayangkan surat panggilan tapi yang bersangkutan tidak mengindahkannya. Makanya kita sudah membuat surat penangkapan kepada pelaku yang kita duga sebagai otak dari kericuhan tersebut,”tambahnya.
Lebih jauh disampaikan, bahwa sebelumnya ratusan massa yang berasal dari Kecamatan Praya Timur mengepung eks kantor DPRD Lombok Tengah yang dijadikan sebagai lokasi pleno Pileg dan Pilpres. Hanya saja ratusan massa tersebut terlibat bentrok dengan aparat kepolisian yang berjaga dilokasi.
Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu malam (8/5) sekitar pukul 22.30 wita, saat itu massa yang merupakan salah satu pendukung Caleg dari partai Golkar datang untuk menuntut agar CI Plano di Kecamatan Pujut dibuka saat rekap dikabupaten. Massa aksi menunggu pleno dari pagi hingga malam hari.
“Anggota kita saat kejadian ada yang terluka dan kita berhasil mengamankan puluhan senjata tajam bersama kendaraan. Kita juga bersama Polda NTB terus melakukan pengejaran kepada otak kerusuhan ini, sementara memang satu orang yang kita tahan karena yang bersangkutan ditemukan membawa senjata tajam,”tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menghimbau kepada pelaku agar segera menyerahkan diri, karena sampai kapanpun pihaknya akan terus memburu pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Yang jelas identitas pelaku sudah kita kantongi dan anggota sampai dengan saat ini terus melakukan pengejaran,”tambahnya.

Penulis : LaleFera

Related Articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *