Pelaku Jambret dan Curanmor kembali diringkus

Pelaku Jambret dan Curanmor kembali diringkus

Praya –  Kepolisian Polres Lombok Tengah (Loteng) kembali meringkus tiga pelaku kejahatan, dimana dua pelaku diantaranya adalah pelaku jambret dan satu pelaku lainnya adalah pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor)

Para pelaku diantaranya Pajang Arya Gunawan,19 tahun dan Ambita Irwanada,19 tahun, keduannya merupakan warga Desa Landah Kecamatan Praya Timur. Sementara satu pelaku lainnya yakni Muhammad Gazali,26 tahun warga Desa Semoyang Kecamatan Praya Timur. Mereka ditangkap dihari yang sama yakni pada Sabtu (2/5) ditempat dan kasus yang berbeda.

Dimana dua orang Jamberet yakni Pajang Arya Gunawan dan Ambita Irwanada misalnya. Mereka ditangkap pada pukul 05.30 wita sesuai dengan laporan polisi LP / 267 / V / 2019 / NTB / Res. Loteng, tanggal 25 mei 2019 karena menjambret Baiq Tria Arianda Erlyata,22 tahun warga Desa Ketara Kecamatan Pujut saat berada di jalan raya tonjeng beru Kelurahan Prapen Kecamatan Praya.

Dimana pelaku ditangkap setelah adanya laporan pencurian (jambret,red) yang menimpa korban, dengan adanya laporan tersebut kemudian petugas melakukan penyelidikan. Terlebih saat itu, korban  mengetahui plat motor yang digunakan pelaku, dari plat nomor kendaraan tersebut muncul identitas dan alamat pemilik sepeda motor.

“Setelah petugas mendatangi alamat pemilik sepeda motor tersebut ternyata anak pemilik motor yang menggunakan sepeda motor itu untuk melakukan pencurian, yang mana ciri ciri anak pemilik motor sesuai dengan ciri ciri pelaku yang disebut oleh korban,”ungkap Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang, Senin kemarin (27/5)

Rafles menjelaskan, bahwa setelah ditanya anak pemilik motor kemudian mengakui secara jujur, bahwa ia melakukan pencurian tersebut bersama temannya, selanjutnya pelaku diamankan berikut barang bukti ke Polres Lombok Tengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Kita berhasil amankan barang bukti berupa satu  buah handpone merk Samsung,”tambahnya.

Disampaikan, bahwa saat itu kejadian yang menimpa korban bermula saat korban hendak membeli Jilbab di Toko Novi, pada saat perjalanan pulang sekitar pukul 21.00 Wita, pelaku mengganggu korban di depan SMA 4 Praya sampai di Tonjong Beru (Gelondong). Pelaku yang berboncengan menggunakan honda Vario memepet korban dan langsung merampas handpone milik korban yang berada di saku baju sebelah kiri korban. “Ternyata korban mengenali plat motor pelaku, sehingga para pelaku kita amankan,”terangnya.

Sementara untuk Muhammad Gazali ditangkap pada hari yang sama sekitar pukul 23.00 wita, bahkan pelaku ini memiliki jejak hitam yang bahkan sudah masuk menjadi . DPO/01/II/2014/polsek batukliang, tanggal 14 Februari 2014. Salah satu pelaku yakni Amira Tina,30 tahun warga Desa Selebung Kecamatan Batukliang.

“Pelaku sudah lama buron dan ternyata kita mendapatkan informasi jika pelaku bersembunyi di Semoyang. Makanya petugas bergerak dan langsung melakukan penangkapan, setelah di lakukan penangkapan ternyata pelaku juga menyimpan barang hasil curian satu unit sepeda motor,”terangnya.

Selain mengamankan pelaku, diamankan juga barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih, satu unit sepeda motor vario warna merah silver dan satu buah kunci liter T. “Pelaku ini sepesialis dan sudah lama masuk dalam DPO kepolisian,”terangnya.

Salah satu aksi pelaku yakni pada Februari 2015 sekitar pukul 13.00 wita, pelaku melancarkan aksinya di pondok pesantren MTS NW Sengkol mantang yang ada di Desa Aiq Dareq Kecamatan Batukliang yang dilakukan bersama rekannya yang sudah tertangkap duluan yakni M.Fadli Zulkarnaen, dimana dalam melakukan perbuatanya dengan cara merusak kunci stang sepeda motor yang terparkir di areal sekolah.

“Pelaku masuk kedalam areal sekolah melalui pintu depan dan saat itu pintu depan sekolah dalam keadaan terbuka, selanjutnya pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor vario dan korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres,”terangnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kedua pelaku jambret, akan diberikan hukuman tegas yakni pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. Sementara pelaku Curanmor terancam hukuman selama 6 tahun karena disangkakan melanggar pasal 362 tentang pencurian kendaraan bermotor. “Pelaku lainya masih terus kita dalami karena kita curiga bahwa ini merupakan sindikat yang sudah lama meresahkan masyarakat,”jelasnya

Penulis : LaleFera

Related Articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *