Lima Perwira Polres Lombok Tengah Di Rotasi , Keamanan Jadi Atensi

Lima Perwira Polres Lombok Tengah Di Rotasi , Keamanan Jadi Atensi

Praya — Gerbong mutasi di Polres Lombok Tengah (Loteng) kembali bergulir.   Kali ini lima pejabat strategis meliputi, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, Kasat Pol Air, Kapolsek Praya Barat dan Kapolsek Pringgarata harus dimutasi ke tempat tugas baru. Upacara serah terima jabatan (sertijab) ini dipimpin langsung Kapolres Loteng AKBP Budi Santosa di halaman Polres, Sabtu (8/02).

Mutasi ini berdasarkan Keputusan Kapolda NTB Nomor : KEP/51/I/2020 tanggal 24 Januari 2020. Dimana Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang di di tarik ke Polda NTB untuk mengisi jabatan baru sebagai Kapolsek Mataram. Posisinya di ganti dengan, AKP Priyo Suhartono sebelumnya menjabat sebagai, Kasat Reskrim Polres Lombok Barat (Lobar).

Sementara, untuk Kasat Narkoba, AKP Dhafid Shiddiq di geser menjadi Kasat Reskrim Polres Lobar.   Kekosongan kursi yang ditinggalkan diisi oleh, IPTU Hizkia Yosia Cladius Peter Siagian yang sebelumya menjabat Panit 1 unit Subdit Ditresnarkoba Polda NTB.   Selajutnya, Kasat Pol Air, IPTU Tamrin diberikan jabatan baru sebagai Kasat Narkoba Polres Dompu dan diganti dengan, IPTU Lalu Punia Asmara yang  jabatan sebelumnya sebagai Kasat Pol Air Sumbawa.

Sedangkan, untuk Kapolsek Praya Barat, AKP Supyan Hadi ditarik menjadi Kasi BPKB Sudit Regident Dit Lantas Polda NTB, kemudian digantikan oleh AKP Didik Harianto yang sebelumnya sebagai PAMA Polda NTB.   Terakhir, Kapolsek Pringgrata AKP Afrijal dimutasi menjadi Kasat Reskrim Polres Sumawa dan digantikan oleh AKP Suherdi yang sebelumnya menjabat Kasi BPKB Sudit Regident Dit Lantas Polda NTB.

Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa menyatakan, pergantian jabatan yang dilakukan ini, merupakan kebutuan organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi agar tetap menampilkan performance yang optimal, dalam menghadapi tantangan tugas dan tututan masyarakat.  Selain itu, ini merupakan pembinaan sumber daya manusia yang dilaksanakan berdasarkan penilaian dan evaluasi secara sistematik pimpinan. Dengan mempertimbangkan aspek profesionalitas, komitmen dan integritas serta loyalitas pada organisasi serta sebagai bentuk pembinaan kerier personel dilingkungan Polri.

“Mutasi ini merupakan hal yang lumrah.  Tujuan tidak lain untuk karier anggota sendiri,”  jelasnya, Sabtu (8/02).

Menurutnya, tanggung suatu jabatan adalah amanat,  sekaligus kepercayaan untuk mengandung konsekuensi yang tidak ringan. Sehingga, bagi setiap pejabat polri dituntut untuk selalu menampilkan kinerja terbaik, sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Sehingga, anggota juga tentu melakukan penegakkan hukum yang didasarkan pada keimanan yang kuat serta ketulus ikhlasan dalam melaksanakan tugasya.  Agar mampu membawa perubahan ditempat yang dipimpin kearah yang lebih baik.

“Sebagai seorang pemimpin pada setiap level harus mampu menjadi suri tauladan yang baik bagi bawahannya. Mampu sebagai konsultan yang solutif, dapat menjamin kualitas kinerja, menjadi pelopor dalam tertib sosial diruang publik,” tegasnya.

Ia mengaku, pihaknya dari semua anggota Polres Loteng secara khusus mengucapkan banyak ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi- tingginya kepada para pejabat lama dan ibu pejabat lama. Selama ini mereka telah melaksanakan tugas dan pengabdiannya sangat baik serta selamat bertugas ditempat yang baru. “Saya berpesan apa yang baik dari Polres Loteng dapat di ambil jadi bekal di tempat yang baru. Tapi bila itu jelek agar ditanam sedalam-dalamnya dalam hati,” pesannya.

Namun, untuk pejabat baru yang menggantikan, pihaknya mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Polres Loteng. Ia berpesan segera kenali wilayahnya untuk adaptasi, kemudian  pelajari karakteristik wilayah untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik. “ Semoga saja apa yang menjadi tugas pejabat lama dapatkan di teruskan pejabat baru,” tuturnya.

Apalagi, wilaya Loteng ini merupakan salah satu pintu gerbang masuknya wisatawan mancanegara maupun domestik yang berkunjung di NTB.  Belum lagi dengan berlangsungnya pembangunan di KEK Mandalika, Sirkuit MotoGP.  Sehingga, untuk mendukung semua itu harus tercipta kamtibmas yang memang kondusif. “Tugas kita kedepanya akan semakin berat. Semua harus saling bersinergi,” jelasnya.

Sementara itu, mantan Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang mengungkapkan, sangat beterima kasih pada warga Loteng yang menerimanya dengan baik selama ia menjabat.  Namun, ia harus pindah karena merupakan perintah dari atasan.  “Kita sebagai anggota harus selalu siap diperintahkan dimana saja,” singkatnya.

Related Articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *