NU Tewas Gantung Diri

NU Tewas Gantung Diri

tribratanewspolresloteng.com-PRAYA— Nasip nass dialami oleh salah seorang pelajar aliyah yakni Nuridayat, 18 tahun warga Dusun Sumpak Desa Darmaji Kecamatan Kopang. Pria ini nekat mengakhiri hidupnya degan cara gantung diri di kamar mandi (WC,red) karena diduga stres setelah dimarahi orang tua dan dilarang keluar rumah.
Korban mengakhiri hidupnya, Sabtu (28/3) sekitar jam 18.20 wita. Dimana, korban pertama kali ditemukan oleh ibunya yakni Inaq Imbok 45 tahun. Saat itu, ibu korban langsung berteriak meminta tolong setelah melihat anaknya terbujur kaku dengan lilitan tali dilehernya. Saat itu, ibu korban langsung berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung memberikan pertolongan.
Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyo Suhartono membenarkan adanya kejadian bunuh diri itu. dimana korban diketahui setelah ibu korban berteriak minta tolong, kemudian salah seorang warga yakni Papuk Linah bersama Ramdan yang tidak jauh dari rumah korban, langsung menuju rumah korban untuk melihat kondisi korban.
“Setelah sampai dirumah korban dan tepatnya di kamar mandi, para warga sudah menemukan korban yang sedang dipeluk oleh ibunya dalam keadaan posisi gantung diri, dan sudah tidak bernyawa,” ungkap AKP Priyo Suhartono, Sabtu kemarin (29/3)
Atas kejadian tersebut, para warga bersama ibunya langsung menurunkan korban dan membawa ke ruang tamu. Selanjutnya dari Dokter yang berada di Puskesmas Muncan dilakukan pemeriksaan secara medis dan korban di temukan luka memar di bagian leher bekas tali yang digunakan gantung diri itu.
“Dari hasil serap informasi di lokasi kejadian bahwa korban pulang dari Bali untuk liburan pada hari Jumat (27/3) sekitar jam 18.30 wita. Korban pulang dalam keadaan sehat,”terangnya.
Hanya saja, karena korban sudah melakukan pemeriksaan dan di berikan himbauan untuk tidak keluar lagi, korban sempat di marah oleh ibu korban. Sehingga diperkirakan korban mengalami stres dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. “Memang korban sempat dilarang keluar. Makanya kemungkinan korban mengalami stres akibat dimarahi sama orang tuannya,”terangnya.
Priyo menegaskan jika keluarga korban sudah menerima kematian korban sebagai sebuah musibah. Sehingga keluarga sendiri menolak untuk dilakukan outopsi, sementara dari saran medis agar pada saat dilakukan pemandian jenazah, agar menggunakan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) standar kesehatan.“Keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan sudah menerima kematian dari korban dan oleh pihak keluarga memakamkan korban di pemakamanan setempat,”terangnya. (piex)

Related Articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *